Denpasar (Antara Bali) - Tim dokter dari kepolisian mengidentifikasi lima jenazah yang diduga pelaku terorisme di ruang instalasi jenazah RSUP Sanglah, Denpasar, Senin pagi.

Beberapa anggota tim Disaster Victim Identification Polda Bali memasuki kamar jenazah untuk mencocokkan identitas pelaku teror yang tewas dalam baku tembak dengan anggota Densus 88 Anti-Teror, Minggu (18/3) malam.

Informasi yang dihimpun ANTARA di RSUP Sanglah, lima jenazah tersebut menurut rencana diterbangkan ke RS Polri di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, beberapa keluarga pasien mengalami kesulitan saat hendak mengambil jenazah anggota keluarganya di RSUP Sanglah akibat proses identifikasi petugas Polda Bali terhadap jenazah teroris.

"Untuk sementara waktu saya tidak bisa mengambil jenazah keluarga karena ada pemberitahuan dari pihak rumah sakit," kata Nina Herlina, warga Denpasar, saat ditemui di ruang tunggu instalasi jenazah RSUP Sanglah.

Ia dan beberapa orang sampai saat ini masih menunggu kepastian pengambilan jenazah keluarganya dari pihak RSUP Sanglah.

Saat baku tembak di Jalan Danau Poso, kawasan Pantai Sanur dan Jalan Gunung Soputan, Banjar Abian Timbul, Pemecutan Klod, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Minggu (18/3) malam, anggota Densus 88 Anti-Teror menembak mati lima orang yang dicurigai sebagai pelaku terorisme.

Lima pelaku teroris itu diidentifikasi berinisial HN (32) dan AG (30) yang ditembak di Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat.

Tiga orang lainnya yaitu UH dan DD (27) berasal dari Bandung, serta M (30) berasal dari Makassar tewas dalam baku tembak di Jalan Danau Poso 58, Sanur.

Lima teroris itu terendus hendak melakukan perampokan bank dan tempat penukaran uang asing di Bali.(M038/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026