"Saat ini kasus penyakit yang melemahkan imunitas tubuh manusia ini tidak hanya terbatas pada orang dewasa, tapi juga terhadap bayi tertular ibunya yang terjangkit penyakit mematikan tersebut," katanya di Denpasar, Senin.
Ia mengatakan, di Kabupaten Tabanan, misalnya, 17 bayi diberitakan positif mengidap HIV/AIDS sejak lahir."Guna mengerem laju pertambahan kasus HIV/AIDS itu, Pemprov Bali dan pemkab dan pemkot se-Bali harus secepatnya melakukan upaya sistematis guna memecahkan dan menanggulangi masalah yang mengancam masa depan Bali," ujarnya.
Apalagi, kata politikus PDIP itu, mereka yang terjangkit penyakit mematikan tersebut mayoritas merupakan kelompok usia produktif termasuk merambah kalangan pelajar dan mahasiswa hingga anak-anak dan bayi.
Ia mengakui bahwa penerapan regulasi terhadap penderita HIV/AIDS sangat dilematis. Pada satu sisi, nama penderita harus disamarkan karena jika dipublikasikan ada ketakutan mereka akan mendapatkan perlakuan diskriminasi.(LHS)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.