"Kami telah menunggu lama ikrar itu yang dituangkan dalam deklarasi damai antara tokoh adat dan masyarakat dua desa yakni Kota Dalam dan Sidowaluyo," kata Wayan Gunawan warga Desa Sidowaluyo, Lampung Selatan, Selasa.
Pembacaan ikrar Lampung bersatu berlangsung di Desa Kota Dalam, Lampung Selatan, pada Senin (27/2) kemarin oleh tokoh adat Lampung dan tokoh adat keturunan Bali di Lampung, disaksikan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP beserta pejabat Fokorpimda.
Wayan mengatakan, kesepakatan damai itu harus ditaati masing-masing pihak untuk saling menjaga dan menghormatinya.
"Damai itu indah, dan diharapkan bentrokan serupa tidak terjadi lagi," kata dia.
Ia menyebutkan, bentrokan antarpenduduk dua desa di Kabupaten Lampung Selatan sebulan lalu itu bukan merupakan konflik SARA melainkan adanya ulah provokator.
Karena itu, ia mengharapkan masyarakat tidak mudah terpancing terhadap permasalahan kecil sehingga berkembang menjadi persoalan besar.(*/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026