Selain bertemu Bupati Artha, Tri juga membahas berbagai masalah dan kendala terkait laporan keuangan daerah dengan para pimpinan SKPD, camat dan lurah.
Bupati Artha, Senin mengatakan, pihaknya siap memberikan data yang dibutuhkan dan akan bersungguh-sungguh dalam menindaklanjuti temuan BPK.
"Tapi kami juga berharap tim pemeriksa BPK bisa memberikan bimbingan dan tuntunan, agar dapat kami jadikan acuan dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik," katanya.
Beberapa permasalahan yang disampaikan Artha, tingginya Silpa tahun anggaran 2011 yang mencapai Rp76.478.595.931 atau 12 persen dari total APBD.
Menurutnya, Silpa paling banyak dari sektor pembangunan sarana dan prasarana pendidikan karena lambatnya petunjuk teknis dari Menteri Keuangan.
Kepala BPK Perwakilan Bali Tri Heriadi mengatakan, pra audit ini merupakan pemeriksaan pendahuluan yang akan berlangsung selama satu bulan.
"Setelah ini akan menyusul pemeriksaan terperinci untuk menentukan opini BPK," katanya.(GBI/IGT)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.