"Kami telah melakukan penyelidikan di berbagai pusat wisata di Pulau Dewata karena diduga terjadi praktik penjualan tersebut," kata ProFauna Bali Representative, Wita Wahyudi, di sela-sela aksi seruan penghentian perdagangan tersebut, di Lapangan Puputan Badung Denpasar, Minggu.
Dia mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan dari Sanur, Kuta, Seminyak, Legian, Tanjung Benoa sampai Nusa Dua, namun hanya menemukan praktik perdagangan itu di satu kawasan saja.
"Kami menemukan beberapa jenis cendera mata berupa gelang, pipa rokok dan kotak perhiasan di satu toko kawasan Tanjung Benoa," ujarnya.
Jika praktik penjualan ini ini dibiarkan terus, lanjut Wita, pihaknya khawatir populasi penyu bisa punah di seluruh kawasan Indonesia.(IGT)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.