Bambang mengatakan hal itu di sela-sela pertemuan para operator stasiun bumi landsat dari seluruh dunia atau The 40th Ground Stasion Operators Working Group (LGSWOG) yang berlangsung di Bali, 30 Januari sampai 3 Februari 2012.
"Landsat merupakan satelit penginderaan jauh milik Amerika Serikat dengan misi memperoleh citra bumi di luar angkasa. Sejak pertama kali diluncurkan 1972, satelit tersebut telah menghasilkan jutaan citra yang disimpan dalam stasiun bumi penerima di seluruh dunia," katanya.
Bambang menjelaskan, data dari citra landsat telah digunakan oleh negara-negara di dunia. Semua negara sangat tergantung pada satelit tersebut untuk digunakan penelitian berbagai bidang, dari pertanian, kehutanan, perencanaan wilayah sampai sumber daya alam lainnya.
"Sebagai contoh, satelit ini dapat memantau kondisi hutan bakau yang ada di wilayah Pulau Dewata, begitu juga di daerah lainnya di Indonesia," ujarnya sambil memperlihatkan citra landsat lahan bakau di Bali dari 2001 yang tampak kosong namun samapi 2010 sudah cukup penuh.
Bambang menuturkan, di benua Asia hanya beberapa negara saja yang menerima data dari satelit penginderaan, yakni Thailand, Taiwan, Indonesia, China, India dan Australia.(IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.