"Terutama di sekitar Nusa Dua, kawasan wisata internasional Kuta dan beberapa daerah, terutama di Kabupaten Badung, masih terhambat proses perizinan yang kami rasakan begitu sulit dan pelik," kata GM Sales & Customer Service Telkomsel Regional Bali Nusra Syaiful Bachri di Denpasar, Minggu.
Buruknya kondisi jaringan seluler dan layanan data Telkomsel di kawasan wisata internasional tersebut banyak dikeluhkan saat pelaksanaan KTT ASEAN beberapa waktu lalu yang dipusatkan di Nusa Dua dan beberapa kegiatan konferensi internasional lainnya.
Ia berharap dukungan berbagai pihak untuk kemudahan prizinan pembangunan pemancar seluler, termasuk layanan data, baik melalui pembangunan menara, pemasangan BTS secara bergabung, termasuk BTS 3G (Node B), guna melengkapi fasilitas kawasan wisata dunia tersebut.
"Nusa Dua, beberapa daerah di Kuta, masih banyak yang 'blank spot' atau sinyalnya sangat lemah. Ini sungguh memprihatinkan, terutama bagi wisatawan asing," kata Ari, sapaan akrab Syaiful Bachri, didampingi Manager Service Quality Assurance, Charley Rambi dan Manager Market & Customer Development, Ana Sudiatman.
Diingatkan bahwa masyarakat di sekitar Nusa Dua dan Kuta, apalagi wisatawan asing, sangat menginginkan adanya dukungan pemancar seluler berbasis 3G yang setara standar internasional.
Karena itu pemerintah daerah diharapkan mendukung pengembangan jaringan seluler, bukan justru menghambat, yang bisa berdampak pada pelayanan terhadap wisatawan mancanegara maupun domestik.(T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.