"Kami khawatir program tersebut akan mubazir, apalagi dana yang digunakan cukup besar Rp1 miliar untuk masing-masing desa yang kategorikan masih miskin," kata anggota Komisi IV DPRD Bali Ketut Mandia di Denpasar, Senin.
Pada acara pemaparan program Gerbang Sadu oleh Pemprov Bali, ia mengatakan, kalau dana sebesar itu dikelola dalam bentuk kredit dipastikan tidak akan menjadi program Gerbang Sadu ini berhasil. Meskipun diyakini akan disiapkan pendamping pelaksanaan program.
"Saya yakin kalau disalurkan seperti itu dipastikan program Gerbang Sadu akan mubazir," kata politikus PDIP tersebut.
Dikatakan, di masing-masing desa sudah memiliki lembaga perkreditan desa (LPD). Jika dana itu disalurkan mempergunakan sistem kredit oleh satuan kerja perangkat desa (SKPD) yang akan dipercaya mengawal program ini, lebih baik memaksimalkan LPD yang sudah ada.
Sementara Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (BPMPD) Putu Astawa mengatakan, kekhawatiran dewan itu adalah hal yang rasional. Namun demikian semua pihak harus optimistis terhadap program Gerbang Sadu yang tidak ada kepentingan apapun selain untuk mengatasi masalah kemiskinan.(IGT)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.