"Hutan di Bedugul itu perannya sangat penting. Jika sampai terjadi kerusakan, efeknya akan sangat besar, mengingat keberadaan hutan itu merupakan salah satu bagian dari yang membentang arah barat hingga timur Pulau Dewata," kata Suryanta Putra, di Denpasar, Kamis.
Ia menyampaikan hal tersebut saat dimintai masukan oleh Panita Kerja Sektor Hulu Listrik dari DPR RI terkait rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melanjutkan eksplorasi geothermal Bedugul guna memenuhi pasokan listrik.
"Kami sepakat jika kita semua membutuhkan listrik, tetapi jangan dilupakan bahwa hutan juga merupakan sumber air yang sangat penting. Jangan sampai akibat pembangunan geothermal itu membawa kerusakan lingkungan dan membuat masyarakat sengsara," ujarnya.
Jika geothermal Bedugul dilanjutkan, sekitar 350 hektare kawasan hutan lindung akan habis untuk pembangunan 45 titik eksplorasi yang terdapat dalam desain awal.(**)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.