"Kami akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan komunal yang pada kesempatan ini memfasilitasi ritual Upacara Nyekah Bersama di Banjar Adat Bangkiangsidem," ujar Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, dalam kutipan Humas Badung yang diterima di Mangupura, Jumat.
Ia menjelaskan dukungan Pemkab Badung dalam upacara ritual keagamaan Hindu itu merupakan wujud perhatian dan kehadiran pemerintah dalam meringankan beban masyarakat yang ada di wilayah banjar untuk menjalankan kewajiban keagamaan.
"Karena di Bali yang pertama kita mengenal tentang 'dharmaning' leluhur, yang kedua 'dharmaning' agama dan yang ketiga 'dharmaning" negara. Dan melalui pelaksanaan upacara keagamaan ini masyarakat telah melaksanakan wujud 'dharmaning' terhadap leluhur," katanya.
Selain itu, ia berharap melalui ritual upacara keagamaan itu masyarakat dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan antar "wimuda" atau anak-anak, "winata" atau kelompok pemuda dan "wiwerda" atau orang tua.
"Semuanya harus bersatu karena dengan bersatu berarti setengah perjuangan sudah berhasil, sebaliknya kalau masyarakat tidak bersatu maka setengah perjuangan akan gagal. Dengan bersatu apapun pembangunan yang dilaksanakan juga akan berhasil," ujar Giri Prasta.
Lebih lanjut, Giri Prasta juga menginginkan agar upacara keagamaan itu dilaksanakan sesuai dengan sastra agama Hindu yang dalam upacara Pitra Yadnya itu umat Hindu mempercayai tentang reinkarnasi atau terlahir kembali.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, I Ketut Dibia, mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan adanya bantuan yang diserahkan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Badung.
"Semua pembiayaan untuk pelaksanaan ritual ini sepenuhnya ditanggung oleh Pemkab Badung. Kami masyarakat hanya melaksanakannya saja," ujarnya.
Pewarta: Naufal Fikri YusufEditor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.