Penasihat Askobi, H Agus Bambang Priyanto, mengatakan, aksi membentangkan kain sepanjang 150 meter di pantai Kuta dan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, tersebut dilakukan untuk mengumpulkan tanda tangan sebagai seruan anti kekerasan.
"Selain itu, sebelumnya Askobi juga menggelar 'road show' ke SMP Negeri 2 Denpasar, SMA Negeri 1 Denpasar, SMP dan SMA Muhamadyiah 1 Denpasar sebagai upaya mengantisipasi paham radikal," katanya.
Peringatan bom Bali I yang dihadiri oleh sejumlah korban dan keluarga korban bom Bali I, bom Bali II, bom JW Marriot, dan bom Ritz Carlton itu dilakukan dengan kegiatan doa bersama yang dilanjutkan dengan tabur bunga di kolam pelataran monumen Ground Zero, Legian, Kuta.
Thiolina F Marpaung, pengurus Askobi yang juga merupakan salah seorang korban selamat pada bom Bali I mengungkapkan, saat bom itu meledak, dirinya tengah berada di dalam mobil yang berdekatan dengan lokasi kejadian.
"Saat itu saya baru pulang dari acara ulang tahun teman. Rasanya mobil saya seperti ditabrak dari belakang saat bom itu meledak. Dan akibatnya, semua penumpang di dalam tujuh mobil yang berada di depan saya tewas," ungkapnya
Thiolina mengungkapkan, bahwa dirinya masih beruntung karena sudah diselamatkan oleh Tuhan meskipun mengalami luka pada kedua matanya.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.