Kondisi itu merupakan salah satu penyebab banyaknya sarana akomodasi bermunculan di kawasan jurang atau tebing di daerah perbukitan atau pegunungan,seperti di kawasan wisata Ubud, kata pengamat pariwisata Drs Dewa Nyoman Putrawan di Denpasar, Rabu.
Keinginan turis asing yang melakukan perjalanan wisata ke Pulau Dewata tampak ada perubahan mendasar, yakni pada tahun 1970-1980-an lebih menyukai penginapan yang ada di pantai berpasir putih.
Tetapi belakangan ini, kata dia, banyak wisatawan lebih memilih menikmati kesunyian atau wisata rohani. Hal itu membuat pengusaha industri pariwisata mengembangkan sarana akomodasi di jurang sungai dan lembah.
Salah seorang pionir pariwisata jenis itu di antaranya I Wayan Munut, yang membeli tanah di tepi sungai bertebing di Kedewatan, 35 km timur laut Denpasar, untuk membangun pondok wisata dengan pemandangan alam yang menarik.(**)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026