Bangli (Antara Bali) - Kabupaten Bangli dinilai masih rawan sebagai wilayah penyebaran rabies karena rata-rata setiap hari sebanyak 10 orang didigigit anjing di daerah itu.

"Setiap hari rata-rata kasus gigitan anjing di Bangli mencapai 10 kasus. Itu artinya, rata-rata 300 kasus gigitan anjing dalam sebulan," kata Nyoman Sudarma, salah seorang tim survei Dinas Kesehatan Bangli, Senin.

Jumlah itu, katanya, yang terpantau oleh sejumlah pusat layanan kesehatan di Bangli. Padahal dimungkinkan jumlah itu bisa lebih karena banyak kasus gigitan anjing yang pasiennya langsung diobati di daerah lain, seperti RSUD Gianyar atau Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar.

Untuk itu ia tidak menampik kalau di daerah Bangli diindikasikan rawan rabies, karena kasus gigitan anjing terus meningkat.

Dia mengatakan, sampai saat ini, total sudah ada empat warga Bangli yang tewas akibat serangan rabies ini. "Untuk antisipasinya kami selalu siapkan stok VAR (vaksin antirabies) di semua pusat penanganan rabies di Bangli," katanya.

Di Bangli sendiri, pusat penanganan rabies dipusatkan di tiga titik, yakni di RSUD Bangli, Puskesmas Kintamani I dan Puskesmas Kintamani III.*


Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026