"Kami dapat memastikan hal tersebut karena sebelumnya pihak calon mitra bisnis itu telah melakukan komunikasi dan membuat jadwal pertemuan pada saat pameran," kata Gilda Sagrado, Sekretaris Sekretariat Bali village di Nusa Dua, Bali, Jumat.
Dia menjelaskan, sebab pada pameran pariwisata berskala internasional itu menganut sistem "bisnis to bisnis" atau dengan kata lain pelaku industri wisata dengan calon pembeli dapat bertemu secara langsung untuk membicarakan kerja sama usaha.
Menurut dia, sehingga pada kegiatan yang diikuti ribuan pelaku industri dari seluruh mancanegara itu, tidak perlu ditampilkan atraksi kesenian dari daerah Pulau Dewata.
Gilda mengatakan, setelah pihak calon mitra melakukan komunikasi, dapat dipastikan dalam satu hari sebanyak 15 perusahaan akan bertemu langsung dengan 16 anggota yang ikut dalam kegiatan tersebut.
"Pada ajang pameran kali ini hanya diikuti 16 anggota Bali Village, yang bentuk usahanya beragam dari akomodasi, transportasi sampai travel agen," ujarnya.(**)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.