Manager Proyek "Indonesia Building Technology Expo Bali", Wisnu di Sanur, Kota Denpasar, Jumat mengatakan peserta pameran diikuti 40 perusahaan dari sejumlah daerah, termasuk juga dari Pulau Dewata.
"Kegiatan 'Indonesia Building Technology (Indobuildtech) Expo Bali' 2019 diselenggarakan di Pulau Dewata telah memasuki 10 kali. Dan respon pengunjung setiap tahunnya terus mengalami peningkatan," ujarnya.
Ia mengatakan pameran tersbeut menjadi ajang pertemuan para pemain industri bahan bangunan dan teknologi terbarunya di Bali dan Nusa Tenggara.
Meliputi kalangan pabrikan, distributor, toko bahan bangunan, arsitek lokal dan internasional, konsultan dan kontraktor real estat, serta produk interior modern maupun karya-karya arsitektur nasional.
"Pameran ini merupakan pengembangan pameran bahan bangunan yang telah diselenggarakan dengan sukses secara reguler oleh Debindo ITE di Jakarta, Surabaya dan Bandung," ucapnya.
Wisnu lebih lanjut menjelaskan bahwa pameran ini bertujuan memberikan informasi komprehensif mengenai perkembangan industri dan teknologi bahan bangunan terkini kepada masyarakat dalam dan luar negeri.
Selain itu, guna membuka wawasan cakrawala pemain industri konstruksi muda, antara lain mahasiswa, akademisi, desainer muda terhadap bahan bangunan dengan teknologi terbarukan.
Pameran kali ini diikuti perusahaan pabrikan dan distributor bahan bangunan yang memasarkan berbagai produk bahan bangunan dengan merek terkenal, seperti solar water heater, water & chemical tank dan lainnya.
"Selain kegiatan pameran, setiap harinya ada lokakarya (workshop) terkait dengan pembangunan dengan narasumber dari akademisi, praktisi, Ikatan Arsitek Indonesia Bali, PUPR, REI dan PHRI," katanya.
Pewarta: I Komang SupartaEditor : Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026