"Sejumlah masyarakat nampak masih jauh dari pengertian dan pemahaman total tentang penyakit rabies. Mereka mau membawa anjingnya untuk divaksin, namun tak sedikit yang sesungguhnya tidak mengetahui manfaat vaksinasi," kata Putu Sumantra, di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan, kondisi pemahaman yang sepotong-sepotong, telah menjadikan masyarakat mudah terprovokasi pada isu vaksin yang dikatakan tidak bagus. "Kesadaran masyarakat untuk membawa anjingnya ke tempat vaksinasi pun akhirnya bisa menjadi menciut," ucapnya.
Sumantra menambahkan, sosialisasi perlu terus dilakukan untuk memberi pemahaman yang lebih lengkap pada masyarakat tentang bahaya rabies dan upaya pencegahannya.
"Istilah sosialisasi, kini kami namakan dengan istilah komunikasi, informasi dan edukasi. Kami menggunakan istilah tersebut agar para petugas di lapangan tidak hanya sekadar mengkomunikasikan dan memberi informasi kepada masyarakat, tetapi sekaligus membantu mendidik masyarakat," ujarnya.(**)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.