"Pengucuran kredit itu bagi para perajin yang mengikuti program binaan 'Kampoeng BNI'," kata Head of Business Banking BNI Denpasar Eben Eser Nainggolan di sela-sela Pelatihan Kewirausahaan Kampoeng BNI Seni Kamasan, di Semarapura, Kamis.
Dia menjelaskan, sampai saat ini perajin yang tergabung dalam program binaan ada sekitar 80 perajin yang memproduksi beragam kerajinan, seperti lukisan, kerajinan perak dan ukiran peluru.
Setiap perajin memperoleh dana kredit bervariasi, tambah dia, antara Rp5 juta sampai Rp10 juta. Bantuan kredit itu dimaksudkan untuk meningkat modal kerja mereka supaya bisa melipatkan kapasitas produksi.
"Selain memberikan bantuan, kami juga memfasilitasi supaya para perajin dapat meningkatkan kemampuan manajerial dan memasarkan karyanya dengan baik," ujarnya.
Eben menjelaskan, salah satu cara meningkatkan kemampuan itu dengan memberikan pelatihan, seperti yang dilakukan sekarang.
Menurut dia, melalui program Kampoeng BNI Seni Kamasan itu diharapkan dapat membuka akses pemasaran, supaya mereka bisa menjual hasil karya kerajinan yang diproduksi ke luar Bali, bahkan jika memungkinkan ke luar negeri.
"Upaya ke arah sana sedang kami rintis dengan membawa beberapa perajin daerah itu guna mengikuti berbagai pameran yang berlangsung di dalam maupu luar negeri," katanya.
Bupati Klungkung I Wayan Chandra menilai, kerja sama dalam pelatihan tersebut sangat baik, sebab bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas usaha para perajin di Desa Kamasan dari mikro menjadi menengah.
"Akan tetapi untuk menuju ke sana, perlu terlebih dahulu melakukan peningkatan kualitas produk yang dihasilkan disertai mengikuti pembinaan guna menambah kemampuan dalam manajemen dan pemasaran," katanya.(**/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.