"Daging sapi itu hanya untuk memenuhi kebutuhan hotel dan restoran," katanya di Denpasar, Senin.
Ia mengungkapkan, di luar untuk kepentingan tersebut, Bali tidak menerapkan kebijakan impor daging sapi. "Kalaupun terpaksa nanti harus impor, akan dikenakan biaya yang cukup tinggi agar tidak merusak harga daging sapi di pasaran," katanya.
Kadis mengaku sudah bersurat kepada Menteri Pertanian perihal keberatan untuk impor sapi. "Peternak akan bergairah jika tidak ada daging sapi impor di pasar tradisional," ujarnya
Sumantra menyayangkan, selama ini tidak ada biaya masuk yang dikenakan pada daging sapi impor. Kondisi ini jika dibiarkan tentu akan merugikan para peternak sapi di Bali.
"Saat ini, harga perkilogram daging sapi lokal lebih mahal dibandingkan sapi impor. Jika satu kilogram daging sapi impor di kisaran Rp35-48 ribu, sedangkan sapi lokal sudah mencapai kisaran Rp55-65 ribu," katanya.
Sapi impor, lanjut dia, lebih murah harganya karena biaya produksi di sana lebih rendah. Proses pemotongan juga dilakukan secara kolektif.
"Tetapi jika pemerintah pusat terpaksa melakukan kebijakan impor sapi ataupun dagingnya, kami harapkan jangan sampai dilepas ke pasar tradisional dan harus dikenakan biaya masuk yang tinggi," ucapnya
Sumantra mengungkapkan berdasarkan perhitungan sensus ternak, jumlah sapi di Bali sudah melampaui target swasembada daging.
Total pemotongan sapi bali per tahun sebanyak 40 ribu ekor dan yang dijual ke luar Bali 64.573 ekor. "Lebih banyak kami keluarkan karena konsumsi sapi di Bali sendiri tidak begitu besar," ujar Sumantra.
Tahun lalu berdasarkan hasil pencacahan, kata Sumantra, di Bali terdapat 683 ribu sapi. Data terakhir, berdasarkan sensus kerja sama dengan Biro Pusat Statistik yang diadakan pada bulan Juni, jumlah sapi di Bali sekitar 638 ribu.
"Saya yakin akan bertambah lagi pada akhir tahun karena sekarang saja banyak sapi yang bunting. Tahun ini, bisa mendekati 700 ribu kalau tidak ada masalah yang menyebabkan populasi sapi terganggu," ucapnya
Di sisi lain, Sumantra mengatakan, tingkat pertumbuhan sapi di Bali sekitar dua persen pertahun.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.