"Sumbernya dari APBN. Astungkara (mudah-mudahan) kalau sudah jadi gubernur, langsung saya bangun. Lahannya bisa menggunakan lahan aset Pemprov Bali," kata Koster, di Denpasar, Selasa.
Menurut dia, daripada tanah aset Pemprov Bali telantar, lebih baik digunakan untuk kepentingan masayarakat. Apalagi kewenangan SMA/SMK sekarang ada di pemerintah provinsi, sehingga anggarannya juga bisa dari APBD provinsi.
Baca juga: Cagub Mantra-Kerta kawal Bandara Buleleng
Koster menambahkan, selama duduk sebagai anggota DPR RI Komisi X, sebenarnya dia telah memperjuangkan pembangunan SMK hampir di tiap kecamatan yang ada di Kabupaten Buleleng.
"Hanya saja, untuk di Kecamatan Banjar belum bisa terealisasi, karena masih terkendala belum tersedianya lahan," ujar cagub yang berpasangan dengan Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati itu.
Koster mengatakan dirinya sangat peduli dengan bidang pendidikan, karena hal ini tak terlepas dari latar belakang dirinya yang berangkat dari kalangan pendidik (sebagai dosen).
"Maka dari itu, salah satu program unggulan Koster-Ace di bidang pendidikan yakni terkait pendidikan gratis 12 tahun," ucapnya.
Baca juga: Luhut ingin gambaran rinci Bandara Bali Utara
Sebelumnya pasangan Koster-Ace juga sempat menyatakan janji pembangunan SMK tersebut saat menggelar simakrama (temu wicara) dengan ratusan warga serta tokoh masyarakat Catur Desa, di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng belum lama ini.
Pilkada Bali 2018 diikuti dua pasangan calon, yakni pasangan nomor urut 1 Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace). Pasangan itu diusulkan oleh empat parpol peraih kursi di DPRD Bali, yakni PDIP, Hanura, PAN, dan serta PKPI. Pasangan tersebut juga didukung PKB dan PPP.
Pesaingnya adalah pasangan nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) diusulkan oleh empat partai peraih kursi di DPRD Bali, yakni Golkar, Gerindra, Demokrat, dan Nasdem. Mereka juga didukung oleh PKS, PBB, dan Perindo (*)
Pewarta: Ni Luh RhismawatiEditor : Dewa Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.