Denpasar (Antaranews Bali) - Calon gubernur dan wakil gubernur IB Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta menyebutkan salah satu program unggulan yakni mendukung pembangunan bandara internasional di Kabupaten Buleleng.

"Mega proyek itu masuk sembilan program unggulan `Nawacandra` yakni program ke-8 yang isinya mendorong pembangunan bandara internasional Bali bagian utara. Program ini juga disandingkan dengan pembangunan jalan bebas hambatan, monorel, `sport tourism`, pusat perdagangan dunia, dan pelabuhan kapal pesiar," kata Cawagub Ketut Sudikerta di Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan di bagian lain ada juga program membangun kereta api keliling Bali. Program ini menimbulkan banyak pertanyaan dari kubu lawan karena pembangunan bandara di Bali bagian utara sudah menjadi prioritas di masa pemerintahan Gubernur Bali saat ini Made Mangku Pastika.

Sudikerta mengatakan "Nawacandra" itu lebih dalam pengertian pemerataan pembangunan di seluruh Bali. Selama ini sudah banyak ketimpangan antara Bali di bagian selatan dan utara. Candra atau bulan itu harus menerangi seluruh Pulau Dewata, menerangi sembilan kabupaten dan kota di Bali.

"Artinya, harus ada pemerataan pembangunan di Bali bagian utara dan selatan, timur dan barat. Sembilan kabupaten dan kota harus menikmati pembangunan, harus sama-sama diterangi oleh bulan yang sama. Jangan sampai sebagian wilayah Bali gelap," ujarnya.

Sudikerta mengaku tahu persis, proses pembangunan bandara di Buleleng karena kapasitasnya sebagai wakil gubernur. Dan bandara itu sangat dibutuhkan, demi pemerataan pembangunan di Bali. Dampaknya akan sangat besar di Bali hingga ke timur.

"Kami harus kawal, kami harus bersinergi dengan pemerintahan sekarang, untuk terus mengawal rencana pembangunan bandara di Bali bagian utara," ujarnya.

Sementara itu, mantan anggota DPRD Bali Wayan Disel Astawa, mengatakan program pembangunan bandara di Bali bagian utara harus dikawal oleh paket Mantra-Kerta.

"Pembangunan bandara di Bali bagian utara harus terus dikawal oleh paket Mantra-Kerta. Program ini sudah diwacanakan sejak tiga tahun lalu dan terus mengalami kemajuan. Artinya, Mantra-Kerta wajib kawal pembangunan bandara di utara Bali, karena ini sangat dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

Sudikerta sendiri selama menjabat sebagai wakil gubernur periode sebelumnya tahu persis program ini. Makanya, Mantra-Kerta wajib kawal, dan memang harus menjadi skala prioritas.

Peserta Pilkada Bali 2018 adalah pasangan nomor urut 1, I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace). Pasangan itu diusung empat parpol peraih kursi di DPRD Provinsi Bali, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Amanat Nasional (PAN), dan PKPI, serta didukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sedangkan pasangan nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) diusung oleh empat partai peraih kursi di DPRD Provinsi Bali, yakni Partai Golongan Karya (Golkar), Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrat, dan Nasional Demokrasi (Nasdem). Mereka juga didukung oleh PKS, PBB, dan Perindo. (ed)

Pewarta: I Komang Suparta
Editor : Edy M Yakub

COPYRIGHT © ANTARA 2026