"Selain berukuran besar, jamur itu juga mengeluarkan cahaya terang, sehingga banyak warga yang datang untuk melihatnya," kata I Wayan Danu, salah seorang warga Kayubihi, Selasa.
Ia mengaku, jamur raksasa itu sudah ditemukan hari Minggu (17/7) dini hari, namun baru tersiar kabar ke pelosok Kabupaten Bangli.
Ia mengatakan, jamur itu diketemukan pertama oleh I Ketut Putra, salah seorang warga yang juga pengempon Pura Tirta Kayang yang kebetulan "mekemit" atau menginap di pura usai piodalan pada Hari Raya Kuningan, Sabtu (16/7).
Tiba-tiba keesokan harinya, pihaknya dikejutkan dengan sinar cahaya terang oleh warga yang "mekemit" begitu didekati ternyata sinar itu muncul dari jamur berukuran raksasa yang tumbuh di areal pura.
"Saya mulanya tidak mengira kalau sinar yang dia lihat adalah muncul dari jamur. Dia saat itu hanya melihat ada sinar terang, lalu ingin tahu , kemudian mendekat ke sinar itu," ujarnya.
Diapun kaget melihat ada jamur yang besarnya tak seperti jamur biasanya. Saat ditemukan, jamur tersebut masih berdiri tegak.
Jamur dengan berat sekitar lima kilogram dengan diamter 30 cm dan tinggi sekitar hampir setengah meter itu masih berdiri dengan kuat.
"Padahal hal tersebut tidak masuk akal, bila dilihat dari berat beban jamur itu," ujarnya.
Diapun menilai sangat aneh dan ajaib pada keberadaan jamur tersebut.
"Melihat fenomena ini sudah ada tanda-tanda para prajuru bakal bertanya kepada orang pintar untuk mencari tahu apa sesungguhnya jamur tersebut dari sisi niskala," jelasnya.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.