"Nilai tukar rupiah kembali terapresiasi seiring dengan sentimen inflasi Indonesia yang terjaga," kata Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi November sebesar 0,2 persen sehingga inflasi tahun kalender Januari-November mencapai 2,87 persen dan inflasi tahunan 3,3 persen.
Berdasarkan PMK No.93/PMK.011/2014 tentang Sasaran Inflasi tahun 2016, 2017, dan 2018 tanggal 21 Mei 2014, pemerintah menetapkan sasaran inflasi periode 2016-2018 berturut-turut empat persen, empat persen dan 3,5 persen masing-masing dengan deviasi satu persen.
Reza mengatakan pergerakan rupiah ke depannya akan relatif terbatas di tengah antisipasi pelaku pasar uang terhadap data ekonomi nasional menjelang akhir tahun guna mempelajari strategi investasi selanjutnya.
Ia menambahkan salah satu faktor yang juga dapat menahan pergerakan rupiah yakni sentimen mengenai pembahasan rancangan program reformasi perpajakan Amerika Serikat yang dinilai mulai ada kejelasannya. (WDY)
Pewarta: Zubi MahrofiEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.