BPS: Optimisme Konsumen di Bali Meningkat

BPS: Optimisme Konsumen di Bali Meningkat

Ilustrasi - Pengunjung memilih produk bahan makanan pokok di salah satu pusat perbelanjaan, Jakarta, Senin (1/7). (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/wdy/14)(edm)

Denpasar (Antara Bali) - Tingkat optimisme konsumen di Bali pada triwulan III-2017 menunjukkan kenaikan cukup baik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tercermin dari indeks tendensi konsumen (ITK) mencapai 109,83.

"Meskipun mengalami peningkatan, namun level optimisme konsumen pada triwulan III-2017 tercatat lebih rendah dari triwulan sebelumnya, karena ITK tercatat 110,81," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho, di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan, pada sisi lain indeks pendapatan rumah tangga tercatat mengalami kenaikan dibanding triwulan sebelumnya menjadi 106,23.

Sedangkan indeks pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan tercatat mengalami penurunan, namun masih dalam level optimisme di atas 100 dengan capaian sebesar 118,1.

Kondisi yang sama untuk indeks volume konsumen makanan dan nonmakanan dengan indeks tercatat 107,84.

Berbeda dengan kondisi saat ini, optimisme konsumen pada triwulan yang akan datang diperkirakan mengalami penurunan. Indeks tendensi pada triwulan mendatang diperkirakan hanya mencapai 96,85.

Adi Nugroho menambahkan, penurunan ITK para triwulan mendatang akibat merosot rencana pembelian barang tahan lama dengan indeks hanya mencapai 80,17.

Penurunan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan kenaikan pendapatan yang angka indeksnya mencapai 106,37.

Menurutnya lagi, memasuki paruh pertama semester II-2017, konsumen masyarakat Bali masih memiliki optimistis, karena kondisi ekonomi mereka akan mengalami kenaikan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Hal itu tercermin dari angka ITK pada triwulan III-2017 tercatat sebesar 109.83, namun level optimisme pada triwulan ini masih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya.

Adi Nugroho menjelaskan, meskipun level ITK tidak sebaik triwulan sebelumnya, optimisme konsumen pada triwulan ini merupakan salah satu indikator positif dari masih kondusif ekonomi Bali yang sebagian besar masih ditunjang oleh konsumsi rumah tangga.

"Hanya saja dibandingkan dengan optimisme konsumen pada triwulan yang sama tahun-tahun sebelumnya, capaian ITK pada triwulan ini merupakan yang terendah. Secara umum pergerakan ITK hingga triwulan III tahun 2017 menyerupai pola ITK pada tahun 2014," ujar Adi Nugroho. (WDY)
Pewarta : I Ketut Sutika
Editor: Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2017

?>