Denpasar (Antara Bali) - Beberapa pedagang di pasar tradisional Kota Denpasar, Bali mengatakan bahwa harga daging sapi kini mengalami lonjakan yang cukup tinggi.

"Harga daging sapi melonjak dari sebelumnya Rp50 ribu per kilogram menjadi Rp62 ribu," kata Made Ariani, salah seorang pedagang di Pasar Badung, Kota Denpasar, Senin.

Dia mengatakan, kenaikan harga itu terjadi sejak beberapa hari  lalu, atau tepatnya sejak Kamis (7/11), bertepatan dengan umat Hindu merayakan Hari Umanis Galungan.

Penyebabnya, tambah Ariani, adalah kurang pasokan daging sapi dari penyuplai atau peternak yang tidak hanya berasal dari daerah setempat, tetapi juga dari luar Pulau Dewata seperti Lombok dan kawasan di Pulau Jawa.

"Akibat kenaikan itu membuat omzet penjualan cukup turun dari hari biasanya karena sepi dari pembeli," ujarnya menjelaskan.

Niluh Made Santi, pedagang lainnya mengatakan, kenaikan harga itu diperkirakan akan terus berlanjut sampai menjelang bulan puasa dan hari Lebaran.

"Kami perkirakan kenaikan harga itu akan tetap terjadi jika pasokan terus berkurang," katanya.

Diperoleh keterangan bahwa ketersediaan sapi di Bali sebenarnya cukup banyak, namun karena tidak banyak yang dipotong, persedian menjadi menipis yang kemudian dibuntuti naiknya harga.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Denpasar I Wayan Gatra mengatakan, mengenai penyebab naiknya harga itu pihaknya belum dapat mengetahui secara pasti.

"Kami saat ini belum mengetahui terjadinya kenaikan harga daging sapi tersebut, sebab tidak ada laporan yang masuk," katanya.

Kendati demikian, dia menduga bahwa penyebab kenaikan harga itu dipicu oleh dua faktor, yakni pasokan berkurang atau karena permintaan bertambah.

Tidak hanya daging sapi, pasca-Hari Raya Galungan harga telur ayam pun mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp990 menjadi Rp1.200 per butir.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026