Hal itu akibat proses penjemuran pascapanen tidak dilakukan petani secara maksimal, karena cuaca yang tidak menentu sehingga gabah yang dihasilkan kualitasnya masih rendah, kata Kepala Badan Statistik (BPS) Provinsi Bali, Gede Suarsa di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan, meski sepertiga petani tidak melakukan pengolahan pascapanen dengan baik, namun hasil pantauan yang dilakukan ke delapan kabupaten dan satu kota di Bali itu tidak menemukan petani yang melakukan transaksi kualitas GKP di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).
Harga gabah rata-rata di atas HPP yakni Rp2.003,84 per kilogram di tingkat petani dan Rp2.958,43 per kilogram di tingkat penggilingan.
Dengan demikian terjadi peningkatan rata-rata harga gabah kualitas GKP pada Juni 2011 dibanding bulan sebelumnya sebesar 1.37 persen di tingkat petani dan 2,14 persen di tingkat penggilingan.
Gede Suarsa menjelaskan, harga gabah kualitas GKP terendah di tingkat petani sebesar Rp2.690 per kilogram ditemukan di Kabupaten Gianyar untuk varietas Cigelis.
Sementara harga gabah kualitas GKP tertinggi di tingkat petani sebesar Rp3.200 per kilogram ditemukan di Kabupaten Tabanan untuk varietas Ciherang.
Produksi padi persatuan hektare di Bali mencapai 5,85 ton GKG, melampaui produksi rata-rata nasional yang hanya lima ton per hektare.
Pengembangan sektor pertanian di Bali menekankan pada peningkatan produksi per satuan hektare dalam mempertahankan ketahanan pangan.
Oleh sebab itu sangat berat dalam mempertahankan ketahanan pangan, di tengah kecenderungan penduduk Bali yang terus bertambah, serta mengantisipasi kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri ke Bali terus meningkat.
Penduduk Bali kini mencapai 3,89 juta jiwa di samping pelancong dalam dan luar negeri setiap tahunnya sekitar lima juta jiwa. Pada sisi lain peralihan fungsi lahan pertanian untuk memenuhi lokasi pembangunan menyangkut berbagai aspek kehidupan tidak dapat dihindari.
Oleh sebab itu Dinas Pertanian setempat terus memacu pembangunan sektor pertanian dalam arti luas dengan menerapkan pengembangan sektor pertanian terintegrasi, yang menekankan pertanian ramah lingkungan, namun mampu meningkatkan produksi persatuan hektare.
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.