Denpasar (Antara Bali) - Perkantoran pemerintah dan perusahaan swasta di Bali libur fakultatif atau tidak wajib selama tiga hari, 5-7 Juli 2011, terkait perayaan Hari Suci Galungan oleh umat Hindu setempat.

"Libur fakultatif itu sebenarnya juga untuk semua jejang sekolah dan pendidikan yang kini sedang menikmati liburan panjang setelah kenaikan kelas," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Selasa.

Saat Galungan itu umat Hindu merayakan hari kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (keburukan).

Gubernur Bali Made Mangku Pastika, katanya, memberikan kemudahan berupa libur fakultatif kepada seluruh karyawan-karyawati satuan perangkat kerja daerah (SKPD) guna melaksanakan rangkaian ritual.

Selain itu, katanya, perusahaan swasta, termasuk kalangan hotel, agar memberikan kemudahan kepada karyawannya untuk melaksanakan ritual Galungan.

Ia menjelaskan, tiga hari libur fakultatif tersebut meliputi hari Penampahan Galungan yang jatuh pada Selasa (5/7) guna menyiapkan segala keperluan upacara keagamaan, menyusul Hari Raya Galungan pada Rabu (6/7), dan "umanis" Galungan, Kamis (7/7).

Ia menjelaskan, instansi yang mengemban tugas pelayanan publik seperti rumah sakit tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan jadual karyawan diatur sedemikian rupa.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menetapkan 15 hari kerja sebagai hari libur lokal (fakultatif) terkait berbagai kegiatan ritual keagamaan umat Hindu, di samping 13 hari untuk libur nasional dan empat hari cuti bersama selama 2011.

Libur lokal khusus di Bali itu dimaksudkan agar umat Hindu dapat melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan dan persembahyangan secara baik.

Fakultatif yang ditetapkan sebanyak 15 hari kerja itu selain Hari Raya Galungan juga Hari Siwa Ratri, hari perenungan dosa selama dua hari yang jatuh pada 3-4 Januari 2011, Tawur Kesanga, Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1933, dan Gembak Geni selama tiga hari berturut, pada 4-6 Maret 2010.

Selain itu, katanya, Hari Saraswati, hari lahirnya ilmu pengetahuan pada 23 April 2011,  Hari Pagerwesi yang bermakna untuk mengokohkan kekuatan iman pada Rabu 27 April 2011.

Hari Suci Galungan, kata Ketua Program Studi Pemandu wisata Institut Hindu Dharma Indonesia (IHDN) Denpasar, Doktor I Ketut Sumadi, selain bermakna memperingati kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (keburukan) juga memberikan keheningan atas kemakmuran dan kesejahteraan yang dilimpahkan Ida Sanghyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa.

Ia menjelaskan, Hari Kemenangan Dharma sekaligus kebangkitan dan tangga menuju pemusatan pikiran dan kesucian diri agar umat manusia dalam menjalani kehidupan benar-benar bersih dan suci.

"Pikiran suci akan mampu menghilangkan semua pengaruh yang bisa membawa dampak negatif," kata Ketut Sumadi.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026