"Ini masalah hidup, kami harap Pemerintah Kabupaten Gianyar tak menutupi kasus penyakit mematikan itu, " kata Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali asal pemilihan Gianyar ini, Kamis.
Politisi asal Guwang, Sukawati, Kabupaten Gianyar, ini mengaku juga mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya salah satu siswa di SMA Tegallalang yang terindikasi tertular penyakit berbahaya itu.
"Saya khawatirkan ada dendam terselebung, sehingga orang yang terjangkit sengaja mendiamkan penyakit yang dideritanya dan menularkan kepada rekan lainnya," ujarnya.
Apalagi, kata dia, yang terindikasi itu adalah seorang gadis, yang dikhawatirkan dengan leluasa menyebarkan penyakit itu melalui hubungan badan.
"Para guru dan pejabat lainnya agar serius menyikapi masalah ini," katanya.
Jika dibiarkan, kata dia, kemungkinan besar penyakit itu akan menyebar di daerah wisata yang terkenal dengan kerajinan kayunya ini.
"Apalagi daerah ini adalah kawasan wisata. Jika masalah ini sampai terdengar pada dunia luar akan memunculkan kecemasan baru," ujarnya.
Bukan hanya kecemasan, kata dia, hal itu akan mempengaruhi tingkat kunjungan para wisatawan asing ke daerah wisata Bali pada umumnya, dan Kabupaten Gianyar pada khususnya.
"Jangan dianggap sepele, tindakan cepat penting dilakukan apalagi saat ini," jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Gianyar Dewa Oka Sedana mengaku telah membentuk tim untuk menelesuri adanya kasus ini.
"Kecurigaan sudah mengarah ke salah satu siswi, bahkan siswi itu masih diawasi untuk nantinya di tes darah," ujarnya.
Ia mengaku tak berani memaksa siswi itu untuk dites darahnya, karena menyalahi aturan di internal KPA.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.