Denpasar (Antara Bali) - Pengunjung Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-33 tertarik untuk membeli batu permata asal Kalimantan.

"Untuk tahun ini ada peningkatan penjualannya. Banyak peminat yang datang di anjungan kami dibanding tahun lalu," kata Sayoeti, seorang peserta dari UKM Aneka Kecubung, Kalimantan, di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan, mulai awal pembukaan PKB hingga pekan ketiga, penjualannya sudah mencapai sekitar Rp60 juta hingga Rp90 juta. Dan, diperkirakan dalam beberapa hari ke depan sampai penutupan PKB pada 9 Juli 2011, angka penjualan semakin naik.

"Kami optimistis sampai hari terakhir pameran diperkirakan akan naik penjualannya. Itu berdasarkan animo masyarakat mengunjungi stand kami," ucapnya.

Ia mengatakan, dengan tingkat penjualan seperti ini, pihaknya tidak sia-sia mengikuti pameran dalam ajang PKB tersebut.

"Batu permata yang dijual antara lain, berlian, mirah delima dan batu akik," katanya.

Batu permata misalnya, kata dia, meskipun harga per bijinya mencapai Rp300 sampai Rp500 ribu, namun pencinta permata pasti akan membelinya.

"Kelebihan dari batu permata yang kami bawa dari Kalimantan adalah kualitasnya bagus dan asli dari batu alam," ujar Sayoeti.

Menurutnya, pada ajang PKB ini, selain melakukan penjualan juga sekaligus dapat melakukan promosi produksi yang dihasilkan dari wilayah Kalimantan.

"Kami setiap tahun akan ikut pameran, sebab kegiatan ini sangat menarik untuk berpromosi, karena pengunjung selain warga masyarakat setempat juga wisatawan nusantara dan mancanegara," ujarnya.

Gede Yudha, seorang pencinta batu permata mengatakan, saya sangat tertarik untuk memiliki batu permata yang berasal dari Kalimantan, karena kualitasnya dijamin asli.

"Saya tidak ragu untuk membeli batu permata ini, karena yang menjual langsung dari Kalimantan. Memang, soal harganya relatif murah, tapi tingkat keasliannya berani dijamin," ucap Yudha, sambil memperlihatkan batu permata yang dibeli itu.(*)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026