"Ya, kendatipun mereka dari luar partai, namun kedua kader PDIP itu tetap akan kami masukan ke dalam daftar survei calon bupati yang kami buat," kata Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Gianyar I Made Dauh Widjana, di Gianyar, Rabu.
Dia mengatakan, tidak hanya dari PDIP, ada beberapa kader dari partai lain yang juga masuk dalam daftar survei partai berlambang pohon beringin itu.
"Selain politisi, tokoh masyarakat yang dianggap layak juga akan dimasukkan dalam daftar survei tersebut, termasuk kalangan wartawan," ujarnya.
Selain kedua kader PDIP itu, nama lainnya yang dianggap layak untuk disurvei, antara lain Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Bupati Gianyar sekarang), Cokorda Raka Kertiyasa, Dewa Made Sutanaya, Made Dauh Widjana dan Dewa Rai Budiasa.
Politisi asal Tegallalang itu menjelaskan, survei yang dilakukan Partai Golkar merupakan salah satu mekanisme dalam menjaring figur calon bupati yang tepat dan diminati oleh masyarakat Gianyar.
"Survei akan segera kami lakukan, tinggal menunggu waktu yang tepat saja," ujarnya menjelaskan.
Mantan anggota DPRD Provinsi Bali itu mengaku belum bisa memberikan keterangan pasti siapa yang akan dicalonkan dari Partai Golkar untuk merebut kursi "Gianyar satu" pada pilkada nanti.
Bahkan Widjana pun tidak mau memberikan kepastian tentang wacana tentang pencalonan dirinya menjadi orang "nomor dua" di kabupaten tersebut.
"Kalau sudah waktunya, pasti saya akan memberikan keterangan tentang wacana tersebut," ujarnya menandaskan. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.