Jakarta (Antara Bali) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi turun 15 poin menjadi Rp13.210 per dolar AS.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan kurs rupiah terhadap dolar AS melemah seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

"Kondisi itu sedikit menghambat potensi penguatan rupiah selanjutnya," katanya.

Kendati demikian, menurut dia, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini masih terbilang wajar mengingat penguatan yang cukup signifikan sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.

Ia menambahkan harga minyak mentah dunia yang stabil juga akan menjadi faktor yang ikut menjaga mata uang berbasis komoditas seperti rupiah tetap stabil.

Reza berharap sentimen geopolitik Korea Utara yang cenderung mereda karena tidak ada uji coba lanjutan rudal bisa membuat aset-aset di negara berkembang termasuk Indonesia kembali diminati investor. (WDY)


Pewarta: Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor : I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026