Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan kurs rupiah terhadap dolar AS melemah seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.
"Kondisi itu sedikit menghambat potensi penguatan rupiah selanjutnya," katanya.
Kendati demikian, menurut dia, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini masih terbilang wajar mengingat penguatan yang cukup signifikan sudah terjadi beberapa hari sebelumnya.
Ia menambahkan harga minyak mentah dunia yang stabil juga akan menjadi faktor yang ikut menjaga mata uang berbasis komoditas seperti rupiah tetap stabil.
Reza berharap sentimen geopolitik Korea Utara yang cenderung mereda karena tidak ada uji coba lanjutan rudal bisa membuat aset-aset di negara berkembang termasuk Indonesia kembali diminati investor. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Zubi MahrofiEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.