"Pesta seni tahunan yang ke-33 kalinya itu akan menampilkan karya seni yang lebih inovatif dan unik dari penyelenggaraan sebelumnya," kata Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar IB Rahoela didampingi Kasubag Humas Dewa Gede Rai di Denpasar, Rabu.
Dia mengatakan, acara tersebut direncanakan akan dibuka Jumat (20/5) mendatang di depan Lapangan Puputan Badung.
Saat pembukaan itu akan diisi dengan parade lomba "bleganjur", yakni seni tabuh tertentu dengan memanfaatkan alat musik tradisional Bali, yang diikuti puluhan peserta dari berbagai grup Denpasar.
"Kami memperkirakan jumlah peserta lomba itu sekitar 40 grup dari seluruh kecamatan di Denpasar," ujarnya menjelaskan.
Rahoela menjelaskan, pada PKB tersebut akan ditampilkan berbagai kesenian dengan kreasi baru untuk lebih menarik minat masyarakat.
Tujuan dari pelaksanaan pesta kesenian tersebut guna menggali dan melestarikan budaya yang ada di ibu kota Provinsi Bali itu.
"Selain kesenian dan budaya yang dikreasikan lebih segar, dalam PKB itu akan ditampilkan pula bagaimana cara membuat makanan khas Pulau Dewata yang saat ini sudah hampir punah," katanya.
Salah satunya adalah cara membuat jajanan atau kue pasung, yang sudah dilupakan oleh anak-anak dan generasi muda di ibu kota tujuan wisata internasional itu.
"Banyak generasi muda di Denpasar yang sudah melupakan makanan tersebut, karena menyukai makanan cepat saji yang tidak menyehatkan, seperti mie instan dan burger," ujarnya.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.