Denpasar (Antara Bali) - Penjualan produk bundling iPhone 4 XL di Pulau Dewata masih minim, yakni sekitar 25 pembeli, setelah dua pekan "gadget" tersebut dijual secara bebas di pasaran.

"Minimnya penjualan gadget tersebut di Pulau Dewata, karena masyarakat belum banyak yang mengetahuinya," kata General Sales PT XL Axiata Bali Nusra Djie Yanner di sela-sela kegiatan dengan media di Denpasar, Jumat.

Dia menjelaskan, belum banyaknya masyarakat yang mengetahui tentang hal itu karena kurang promosi. Hal itu terjadi karena promosi dilakukan secara nasional dan tidak menyentuh daerah-daerah.

Dari data penjualan, sebanyak 25 unit dalam dua pekan semenjak diluncurkan. Hal itu sangat jauh dari harapan, sebab stok yang tersedia saat ini masih cukup banyak, sekitar 300 iPhone 4.

"Target penjualan gadget itu untuk tahun ini di Bali sebanyak 1.500, dari target secara nasional sekitar 20.000 unit pada tahap awal," ujarnya.

Yannes menjelaskan, penjualan iPhone 4 tersebut tidak hanya terpusat di XL Center, namun pihaknya sudah mendistribusikan ke toko-toko penjual gadget yang ada di wilayah Pulau Dewata.

 Telepon canggih keluaran pabrikan ternama tersebut dijual dengan paket yang cukup murah, yakni cicilan Rp229.000 sudah bisa memperoleh gadget itu.

Selain meluncurkan penjualan iPhone 4, tambahnya, saat ini XL telah meluncurkan program Blackberry internasional roaming terbaru untuk di Amerika Serikat dan Australia bagi pelanggan prabayar dengan harga murah.

Sebelumnya program tersebut telah diluncurkan untuk beberapa negara di Asia, seperti Singapura dan Hongkong, katanya menjelaskan.

Dia mengatakan, harga paket layanan data terbaru tersebut hanya Rp50 ribu setiap hari. Para pelanggan bisa memanfaatkan layanan murah itu sepuasnya.

Menurut dia saat ini jumlah pelanggan layanan BlackBerry XL di seluruh Indonesia mencapai 880.000, dan untuk di Pulau Dewata sekitar lima persen dari jumlah tersebut.(*)


Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026