"Karena kerusakannya cukup parah, kantor terminal tidak bisa digunakan lagi. Sambil menunggu perbaikan, sementara untuk kantor Terminal Umum Negara kami pindahkan ke terminal kargo," kata Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan Dan Perikanan Jembrana Made Dwi Maharimbawa, Rabu.
Namun untuk perbaikan tersebut, ia mengatakan, harus dianggarkan terlebih dahulu dalam APBD Perubahan 2017.
Pantauan di lokasi, pohon besar yang berada di sisi pintu keluar terminal sebagia ambruk akibat angin kencang, dengan batang dan dahan menimpa bagian utara bangunan kantor serta pos retribusi.
Akibat tertimpa pohon ini, atap kantor jebol serta kaca jendelanya pecah, demikian juga dengan pos retribusi.
Selain bangunan, robohanya pohon ini juga menyebabkan jaringan kabel PLN putus, sehingga aliran listrik di sekitar terminal sempat padam.
Ketut Darmayasa, salah seorang saksi mata yang saat kejadian sedang berteduh di Pos Retribusi karena hujan mengatakan, pohon tersebut tahu-tahu roboh dan menimpa bangunan tempat dia berteduh.
"Saya langsung meloncat keluar. Saat itu saya lihat ada percikan api dan bunyi ledakan, mungkin dari kabel listrik," katanya.
Selain dirinya, pedagang di pasar senggol yang berjualan di dalam terminal saat malam hari juga sempat panik karena lampu mendadak padam.(GBI)
Pewarta: Pewarta: Gembong IsmadiEditor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.