Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bali NTB dan NTT Putu Bagus Kresna di Nusa Dua, Selasa, menjelaskan pihaknya optimistis transaksi valuta asing tahun 2017 akan melonjak karena bank BUMN itu telah mengeluarkan produk baru "call spread".
Menurut Kresna, produk "call spread" dapat memberikan solusi bagi nasabah yang melakukan transaksi valas untuk ekspor dan impor agar terhindar dari resiko akibat perubahan nilai tukar dan suku bunga.
BNI juga mempunyai produk lindung nilai atau "hedging" lainnya yang bermanfaat bagi nasabah antara lain FX forward, FX Swap, FX Option, Cross Currency Swap dan Interest Rate Swap.
Dengan hadirnya produk tersebut serta berbagai pilihan produk "hedging" lainnya menunjukkan salah satu bentuk komitmen BNI dalam memberikan diversifikasi produk dan layanannya kepada nasabah.
Di Denpasar, lanjut dia, sejak tahun 2013 telah beroperasi BNI Treasury Regional Area (TRA) yang khusus melayani semua kebutuhan nasabah terkait transaksi valuta asing, produk lindung nilai, informasi pasar terbaru terkait prediksi perubahan harga valas dan layanan lainnya.
Keberadaan TRA ini merupakan upaya merespon potensi bisnis di Bali yang besar untuk mengembangkan transaksi-transaksi berbasis "treasury" atau keuangan dari usaha di sektor pariwisata, perdagangan, perikanan dan jasa-jasa.
Keunggulan "call spread" tersebut dikenalkan dalam pertemuan "Economic Outlook 2017 dan Transaksi Lindung Nilai yang dilaksankan di Nusa Dua, Kabupaten Badung.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula kondisi ekonomi dan prediksi pasar valuta asing di tahun 2017 kepada peserta dari kalangan dunia usaha baik BUMN dan swasta lainnya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.