"Jangan ada lagi yang foto `selfie` atau swafoto di jalan saat Nyepi," kata Ketua PHDI Provinsi Bali Dr I Gusti Ngurah Sudiana saat berorasi pada Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), di Denpasar, Minggu.
Imbauan itu tidak hanya berlaku untuk masyarakat umum, tetapi juga bagi "pecalang" atau petugas pengamanan adat yang sedang melaksanakan tugas.
Sudiana yang juga akademisi di Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar itu berharap pelanggaran yang terjadi pada perayaan Nyepi tahun lalu tidak terulang lagi tahun ini.
"Seperti kasus ramai-ramai berjualan di areal Danau Beratan, Tabanan, saya tak ingin hal itu terulang pada Nyepi tahun ini," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, mantan Rektor Universitas Udayana Prof Dr Ketut Sukardika juga menyampaikan orasi. Ia menyinggung tentang penyakit psikologis seperti rakus dan keraksasaan yang memicu banyaknya tindak korupsi.
Selain itu, Prof Sukardika juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati mengonsumsi makanan terkait munculnya penyakit Meningitis Streptococcus Suis yang ditularkan melalui babi.
Masih dalam orasinya, Sukardika juga mengapresiasi gagasan Pemprov Bali melibatkan anak SMA/SMK pada pelaksanaan PB3AS. Dia berharap, lebih banyak lagi generasi muda yang bicara di podium.
PB3AS kali ini juga dimeriahkan penampilan siswa SMAN 5 Denpasar yang membawakan musikalisasi puisi dan Tari Joged.
Di sela-sela pertunjukan kesenian, Ketua OSIS SMAN 5 Denpasar Komang Trisa Sari Damayanti juga tampil berorasi.
Dalam orasinya, dia mengajak kalangan generasi muda mendukung upaya pelestarian adat dan budaya Bali. Bertalian dengan upaya tersebut, Trisa menyoroti cara berpakaian ke pura di kalangan remaja putri.
"Lengannya pendek dengan modifikasi yang cenderung kurang sopan," ujarnya seraya mengajak remaja putri berpakaian sopan dan sesuai pakem saat ke pura.
Trisa pun menyinggung kebijakan peralihan kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari pemkab/pemkot ke pemerintah provinsi. Dia berharap di bawah kewenangan Pemprov Bali, pengelolaan SMA/SMK menjadi lebih baik. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.