Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana Denpasar dan petugas Pekerjaan Umum setempat melakukan evakuasi reruntuhan pondasi rumah salah seorang warga Jalan Antasura Gang Batusari yang mengalami tanah longsor.
"Pondasi rumah salah seorang warga kami ambrol ke sungai. Jadi untuk menghindari kerusakan parah, kami segera melaporkannya ke petugas satkorlak dan PU," kata Wayan Sunarta Kepala Desa Peguyangan Kangin.
Wayan Citra mengatakan, longsor itu terjadi saat semua anggota keluarganya tidur.
"Semalam saat saya tidur, ada suara seperti ada yang roboh. Setelah saya cek, ternyata pondasi rumah bagian belakang yang dekat dengan sungai itu sudah runtuh ke sungai," katanya.
Tanah longsor yang terjadi di Bajar Bantas Desa Peguyangan Kangin itu diduga akibat derasnya tekanan air sungai dari Antasura dan dari Tonja.
Selain mengakibatkan sebagian rumah Wayan Citra yang dihuninya sejak tahun 1985 rusak, peristiwa ini juga mengakibatkan sebuah tembok penyekar Jaba Pura Dalem Batu Kuub roboh.
Agar tidak bertambah parah dan dapat menyebabkan banjir, petugas Satkorlak PB Denpasar dan petugas PU Denpasar mengevakuasi reruntuhan pondasi-pondasi longsor dan pohon-pohon bambu yang tumbang agar tidak mengganggu aliran sungai.
"Bila tidak segera ditangani, nanti dikhawatirkan akan menjalar kesemua rumah, bahkan menghambat aliran sungai dan menyebabkan banjir yang meluas," ujar salah seorang petugas Satkorlak.
Meski tidak ada korban jiwa, namun peristiwa terebut diperkirakan mengalami kerugian mencapai jutaan rupiah.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.