Denpasar (Antara Bali) - Jumlah pasien akibat kecelakaan yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, turun sekitar 15 persen dibanding pada periode yang sama tahun 2010.

"Dari Januari hingga Maret 2010 ini, jumlah pasien kecelakaan rata-rata mencapai 200 orang setiap bulan, sedangkan 2010 mencapai  300 orang setiap bulan," kata Kepala IRD RSUP Sanglah dr Kresna Wibawa di Denpasar, Kamis.

Dia mengatakan, kecenderungan penurunan jumlah pasien tersebut terjadi kemungkinan karena saat ini sedang musim penghujan. Dengan sering turun hujan, masyarakat lebih waspada atau sebagian masyarakat lainnya malas keluar rumah.

"Namun kami memprediksi jumlah pasien itu akan kembali meningkat di masa-masa mendatang, mengingat kecenderungannya yang selalu meningkat berdasarkan beberapa kasus yang terjadi dua tahun sebelumnya," ujarnya.

Dia menjelaskan, pasien korban kejadian itu masih didominasi oleh usia produktif dari 15-40 tahun.

Sebagian besar dari usia produktif itu adalah dari kalangan pelajar yang sebenarnya masih belum diperbolehkan mengendarai sepeda motor.

"Berdasarkan kasus yang ditangani, salah satu penyebab utama kecelakaan terjadi karena faktor kesalahan manusianya akibat kebiasaan mengemudi yang buruk," katanya.

Rata-rata pasien kecelakaan tersebut mengalami luka cedera berat di kepala dan patah tulang. Sebagian besar pasien yang mengalami cedera berat di kepala akhirnya meninggal dunia.

Meski saat ini, tambahnya, jumlah pasien kecelakaan yang ditangani RSUP Sanglah menurun, namun kasus penyebab kematian terbesar itu harus mendapat perhatian semua pihak.

"Untuk diketahui jumlah pasien kecelakaan di seluruh Indonesia sangat tinggi dan hampir mendekati jumlah kasus yang terjadi India. Jumlah kasus di negara tersebut teratas di Asia," ujarnya.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026