Sanur, Denpasar (Antara Bali) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Divisi Regional XI Bali-Nusra mencatat sebanyak 2.731.973 peserta atau 61,383 persen masyarakat di Pulau Dewata sudah terdaftar dalam Jaminan Kesehatan Nasional.

"Ini baru data sementara kita karena secara berkala data peserta yang mendaftar JKN akan terus bertambah setiap harinya dan tiap bulannya," kata Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional XI Bali-Nusra Army Adrian Lubis di Denpasar, Rabu.

Ia menerangkan, dari total keseluruhan peserta JKN itu dirincikan bahwa 118.804 jiwa terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) pemerintah pusat, PBI APBD Bali (933.826 jiwa), Jamkesda (515.807 jiwa), Pekerja Penerima Upah (892.073 jiwa), bukan Pekerja Penerima Upah (295.725 jiwa) dan bukan pekerja atau pensiunan (940.542 jiwa).

Untuk PBI bukan pekerja dan mandiri, kata dia, BPJS melakukan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan meyakinkan kepada masyarakat bahwa sadar ikut JKN.

"Kita sudah melakukan upaya peserta pekerja penerima upah baik penyelenggara negara maupun non penyelenggara negara, dengan melakukan pedekatan langsung melalui badan usaha tersebut atau satuan kerja di masing-masing pemerintah daerah," katanya.

Ia menegaskan, BPJS sudah memiliki regulasi dan sanksi yang telah mengatur perusahaan yang tidak mendaftarkan karyawannya menjadi peserta JKN.

"Kami sudah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi agar dibuatkan suatu Pergub untuk kewajiban badan usaha untuk mendaftarkan seluruh pegawainya menjadi peserta," katanya.

Army menegaskan sejauh ini seluruh badan usaha di Bali tidak ada yang menunggak iuran karena sudah menjadi komitmen bersama untuk membayar kewajiban ini.

Pihaknya juga mengklaim sudah bekerjasama dengan rumah sakit swasta dan pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Kami juga berupaya untuk menambah fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga tingkat lanjutan," ujarnya.

Untuk total jumlah fasilitas kesehatan dari pihak swasta yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan tercatat mencapai 584 faskes tingkat pertama yang tersebar diseluruh Bali.

"Untuk rumah sakit tingkat lanjutan kita sudah bekerjasama dengan 10 rumah sakit (rumah sakit milik pemerintah) dan rumah sakit swasta sebanyak 23 faskes dan rumah sakit TNI (dua) dan rumah sakit Polri (satu) dan klinik utama atau balai kesehatan (empat) sehingga totalnya sebanyak 40 lokasi," ujarnya. (WDY)


Pewarta: Pewarta: I Made Surya
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026