"Kami saat ini siaga 24 jam dengan mengerahkan tim yang memantau kondisi cuaca buruk belakangan ini," kata Kepala BPBD Provinsi Bali Dewa Indra di Denpasar, Jumat.
Menurut dia, pihaknya membagi tugas dalam tiga kali pergantian, yakni pagi, siang, dan malam, untuk memastikan penanggulangan bencana cepat diatasi.
Di setiap kabupaten/kota, juga mengerahkan tim siaga mencermati cuaca buruk yang saat ini terjadi seperti hujan lebat disertai angin kencang yang menimbulkan pohon tumbang, tanah longsor, dan banjir.
Kepala Seksi Peringatan Dini, Data, dan Pelayanan Informasi Kebencanaan UPT Pusat Pengendalian Operasi BPBD Bali Swajaya mengatakan bahwa bencana alam terjadi hampir merata di Pulau Dewata, seperti tanah longsor, angin langkisau (puting beliung), banjir, dan pohon tumbang.
Data yang dihimpun BPBD Bali mencatat satu korban tewas bernama I Nyoman Cenik (80) akibat tertimbun tanah longsor di Banjar Padang Sigi, Desa Sanding Kabupaten Gianyar, Rabu (1/2) sekitar pukul 03.00 Wita.
Di Kabupaten Jembrana, Rabu (1/2) sekitar pukul 23.00 Wita, terjadi angin langkisau yang menyapu sembilan rumah milik warga di Gilimanuk.
Angin langkisau juga merobohkan Bale (Balai) Gong Pura Dalem Tembles di Mendoyo, Jembrana pada hari yang sama.
BPBD Kota Denpasar bersama Tim Reaksi Cepat Provinsi Bali menguras air yang merendam rumah-rumah warga di Jalan Mukti Sari Sanur pada hari Kamis (2/2) akibat curah hujan yang tinggi.
Pada tanggal 31 Januari 2017, hujan lebat dan angin kencang di Denpasar merobohkan satu unit wantilan atau balai di Banjar (Dusun) Kertajati di Desa Pemecutan Kaja.
Angin kencang juga membuat pohon tumbang beberapa wilayah di Bali seperti di Nusa Dua, Kabupaten Badung yang menimpa satu unit mobil jenis sedan yang tengah terparkir di pinggir jalan.
Sementara itu, akibat angin kecang, juga membuat pohon tumbang menimpa satu unit rumah milik warga di Desa Bebandem, Kabupaten Karangasem dan tiga rumah milik warga di Desa Tenganan Pegringsingan juga mengalami rusak parah akibat tertimpa pohon, dan satu orang bernama Komang Remia mengalami luka ringan.
Swanjaya memperkirakan kerugian materi dari peristiwa alam itu mencapai ratusan juta rupiah. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Dewa Wiguna: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.