Denpasar (Antara Bali) – Seorang laki-laki berusia 29 tahun yang menderita penyakit AIDS meninggal saat baru dirawat dua hari di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Selasa.

"Pasien ini merupakan korban meninggal ketiga penderita AIDS yang dirawat di RSUP Sanglah selama Maret 2011," kata Kasi Pelayanan Medis Rawat Khusus RSUP Sanglah Ida Ayu Miswarihati.
    
Menurut dia, pasien yang sempat dirawat di Kamar Nusa Indah itu dari hasil diagnosa positif terkena virus HIV stadium III atau sudah pada tahap AIDS.
    
Dia mengatakan, selama ini pasien positif HIV yang meninggal di RSUP Sanglah biasanya datang dalam kondisi yang akut atau tahap AIDS, sehingga pertahanan tubuhnya lemah terhadap serangan penyakit infeksi.
    
"Andai saja pasien tersebut bisa menjaga pola hidupnya dan terus secara rutin melakukan terapi ARV, kemungkinan tidak akan sampai masuk pada tahap AIDS," ujarnya.
    
Menurut dia, virus HIV sebenarnya bisa dihambat perkembangannya dalam tubuh, sehingga tidak sampai jatuh ke tahap AIDS dengan terapi ARV.
    
Pasien positiv HIV yang sejak dini mengetahui dirinya terinfeksi bisa hidup dengan normal dengan menjalani terapi itu.
    
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Bali Nyoman Suteja mengatakan, saat ini penyakit AIDS sudah menjadi epidemi umum. Artinya penderita tidak hanya berasal dari kalangan yang beresiko tinggi, seperti pekerja seks komersial.
    
"Namun dari kalangan di masyarakat yang hidupnya juga beresiko, seperti ibu hamil yang tidak menyadari bayi di kandungannya tertular dari suaminya," katanya.
    
Hal tersebut, kata dia, sangat mengkhawatirkan. Karena itu pihaknya selalu mengajak masyarakat untuk berpola hidup sehat dan menjauhi kegiatan yang beresiko tertular virus mematikan tersebut. (*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026