Jakarta (Antara Bali) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengatakan, lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) maupun pendidikan ikatan dinas lainnya tidak langsung ditempatkan ke daerah asal.

Namun lulusan tersebut akan disebar ke berbagai daerah guna membangun karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kompeten dan profesional, kata  Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Kamis.

Ia mengatakan hal itu saat memberikan arahan pada acara workshop praja IPDN Prodi Manajemen SDM, di Kantor Kementerian PANRB.

"Ke depan, ASN lulusan sekolah ikatan dinas akan ditempatkan di daerah bukan asal kalian. Lulusan IPDN yang kemarin dilantik bapak Presiden pun sudah ditempatkan di daerah-daerah. Jadi setelah lulus tidak langsung kembali ke daerah asal," katanya dikutip dari laman Kemenpan-RB.

Dengan demikian, diharapkan, ASN mendapatkan pengalaman dan pelajaran dari berbabagai daerah yang memiliki tantangan yang berbeda-beda. Selain itu, ASN juga tidak lagi bersifat kedaerahan namun menjadi aparat sipil nasional, sehingga diharapkan semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

"Jadi nanti tidak ada lagi ASN Padang, ASN Jawa, yang ada ASN Nasional," katanya.

Menteri juga mengatakan, kompetensi harus dimiliki setiap ASN sehingga citra lambannya pelayanan ASN dan bertele-tele dapat dihilangkan, berganti dengan pelayanan yang profesional dan ramah.

Jika ASN memiliki kompetensi, Menteri Asman yakin bangsa Indonesia tidak akan kalah dengan negara lainnya.

Sementara itu, salah seorang praja IPDN dari Prodi Manajemen SDM Yegi Wirianto Pratama menyambut antusias hal yang telah disampaikan Menteri PAN-RB tersebut.

Menurutnya hal itu dapat memotivasi dirinya untuk dapat berkontribusi bagi bangsa. Selain itu dirinya juga memahami bahwa seorang ASN harus memiliki kompetensi, sehingga dapat memberikan sesuatu yang dapat membangun negara ke arah yang lebih baik.

Yegi mengaku siap apabila setelah lulus ditempatkan di daerah yang bukan asalnya. Hal tersebut telah ditunjukkan dengan perbedaan antar praja di IPDN yang berasal bukan hanya dari satu daerah saja.

"Saya siap ditempatkan di daerah lain sebelum pulang ke daerah asal. Dengan demikian kita dapat belajar di daerah lain, mengerti karakter pada suatu daerah, yang bisa menjadi dasar dalam pembangunan bangsa ini," ujarnya. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Muhammad Arief Iskandar

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016