Denpasar (Antara Bali) - Menteri Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir berkunjung ke Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Primakara Denpasar serangkaian kunjungannya kerjanya di Bali.

Ia mengharapkan agar mahasiswa bekerja keras agar mampu membuat alat pencipta komponen yang diperlukan. Mahasiswa hendaknya mampu lebih kreatif dalam menciptakan komponen yang diperlukan sekaligus menjawab tantangan terkait kebutuhan sumber daya manusia siap kerja, kata Menristekdikti saat meninjau ke bengkel kerja mahasiswa STMIK Primakara, Sabtu petang.

Mahasiswa STMIK Primakara teruslah bekarya, interpainer juga harus berkembang, sebab keluaran pendidikan tinggi supaya mampu menjawab tantangan terkait kebutuhan sumber daya manusia siap kerja mulai tahun mendatang, tambah Menristekdikti lagi dalam acara yang dihadiri sekitar 59 rektor perguruan tinggi di lingkungan Kopertis VIII.

Ketua STIMK Primakara I Putu Agus Swastika, M.Kom selama mendampingi Menristekdikti menyaksikan hasil karya mahasiswa, mampu menunjukkan produk teknologi anak bangsa berupa Inkubasi Berbasis Teknologi (IBT) Primakara yang diantaranya Prenatune (Alat Pendekteksi Perkembangan Otak pada Janin) lalu ada SAS-AGRO ( Smart Automatic Power system Agro), kemudian Prima GSM 4G M2M RTU Produksi Prima Jaya Utama.

Dengan hasil karya yang diciptakan selama ini, anak muda lulusan STIMK Primakara dapat membuka lapangan perkerjaan baru terutama dalam membuat software aplikasi komputer, App,Games, lalu merancang sistem atau membuat "aplikasi internet of things" (IoT).

Disamping itu lulusan STIMK Primakara dapat membuat usaha di bidang IT seperti Gojek, Bukalapak, Lazada.

Putu Agus Swastika mengatakan, STMIK Primakara merupakan kampus IT dengan standar Internasional dengan menggunakan kurikulum antarbangsa dengan standar AQF (Australia Qualification Framework), mata kuliah berbahasa inggris menggunakan program cambridge English/ESOL.

Selain itu ada pula program pertukaran mahasiswa dengan UCSF Malaysia dan kerjasama magang dengan kampus-kampus ternama diantaranya RMIT Australia

Menristekdikti mengatakan Bali sebagai destinasi kunjungan turis mancanegara, maka pertumbuhan ekonominya sangat tergantung dari dunia pariwisata.

Untuk ikut mendorong sebagai pendukung perkembangan ekonomi daerah ini, perlu menciptakan sarana pendukung dalam pengembangan dunia pariwisata.

Faktor pendukung pengembangan perekonomian sangat penting, karena dapat menciptakan inovasi baru sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan tekonologi sangat berpengaruh bagi pariwisata, ujar Menristekdikti.

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Primakara dipilih menjadi objek kunjungan kerja Menristekdikti karena sudah mewakili Sekolah Tinggi IT yang ada di Bali. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Wayan Artaya

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016