Mangupura (Antara Bali) - Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Badung, I Made Badra meminta kelompok peternak di daerah itu berkomitmen mengembangbiakkan sapi lokal Bali, agar populasinya tidak punah dan menjadi sentra pembibitan hewan tersebut.

"Kelompok peternak di Kabupaten Badung harus berkomitmen untuk pembibitan sapi lokal Bali ini," ujar I Made Badra, Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan saat dihubungi di Mangupura, Senin.

Ia mengatakan, apabila ingin mendapatkan sapi retribusi dari Pemkab Badung, kelompok peternak hewan di daerah itu harus mematuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan.

Salah satu syarat yang harus dipenuhi, kata dia, kelompok ternak harus mengajukan surat permohonan, melengkapi kesiapan menyiapkan lahan, kesiapan pengalaman teknis dibidang peternakan sapi.

Kemudian, mempunyai komitemen kuat melestarikan sapi Bali, tidak menjual sapi lokal yang diberikan pemerintah itu, kecuali hasil anakan sapi hasil pengembangbiakannya.

"Mudah-mudahan seluruh kelompok ternak ini membudidayakan sapi lokal ini menjadi indukan yang produktif," ujarnya.

Tekait total jumlah kelompok ternak yang ada di Kabupaten Badung, pihaknya tidak memberikan data secara rinci. "Apabila hasil indukannya tidak memiliki layak bibit, maka diperbolehkan dijual," katanya.

Made Badra menuturkan, salah satu sentral pembibitan sapi lokal Bali berada di Desa Sobangan, Mengwi, yang sudah berdiri Tahun 2008 dengan luas lahan sembilan hektar

Pada awal berdirinya SPR di Desa Sobangan itu jumlah indukan sapi baru 22 ekor. Kemudian, Tahun 2010, pemerintah menambah kembali indukan sapi sebanyak 53 ekor.

Selanjutnya, Tahun 2011 pemerintah kembali menambah 40 ekor sapi indukan dan Tahun 2012 ditambah kembali sebanyak 164 ekor sehingga jumlah total sapi yang diadakan dalam proyek itu mencapai 279 ekor.

Karena kapasitas kandang di sentra itu 288 ekor, maka Dinas Peternakan Badung kembali mengambil sembilan ekor dari hasil seleksi keturunan di sentra peternakan itu Tahun 2012, sehingga kapasitas hewan ternak sapi terisi penuh menjadi 288 ekor dengan berbagai umur.

Sehingga Tahun 2012 pemerintah menyalurkan sembilan ekor indukan sapi kepada kelompok ternak, Tahun 2014 sebarkan ke kelompok-kelompok ternak di Badung sebanyak 45 ekor, Tahun 2015 disebarkan lagi 80 ekor.

Penyaluran ini sesuai mekanisme yang berlaku (by name by addres) untuk mendapatkan bantuan ternak redistribusi. "Penyaluran sapi lokal Bali ini kepada kelompok-kelompok ternak itu berdasarkan Surat Keputusan Bupati Badung," ujar Made Badra. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Made Surya

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016