Denpasar (Antara Bali) - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta meminta masyarakat di daerahnya untuk tidak cuek dan dapat berperan aktif dalam melaksanakan berbagai program pembangunan.
"Berbagai program pembangunan yang tengah dilaksanakan pemerintah tak akan membuahkan hasil optimal jika tidak dibarengi peran aktif dan partisipasi dari seluruh komponen masyarakat," kata Sudikerta dalam orasinya di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Denpasar, Minggu.
Dia mencontohkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur. "Jika melihat jalan berlubang yang sekiranya bisa diatasi, lakukan langkah sementara seperti menambal dengan semen. Selanjutnya baru dilaporkan ke pihak yang berwenang," ujarnya.
Menurut Sudikerta, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas Pemprov Bali dalam program Bali Mandara Jilid II. Dia berkeyakinan, dengan partisipasi seluruh komponen, pembangunan akan berjalan lebih optimal.
Selain itu, dia kembali menyinggung tantangan yang tengah dihadapi sektor pariwisata sejalan dengan kebijakan pusat menggenjot pembangunan 10 destinasi wisata di luar Bali.
"Hal ini harus disikapi dengan langkah strategis dan inovatif di bidang kepariwisataan," ucap mantan Wakil Bupati Badung itu.
Dalam kesempatan itu, Wagub Sudikerta juga angkat bicara soal fenomena LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) yang belakangan menjadi topik hangat.
"Persoalan ini tak bisa disikapi secara emosional. Selain faktor dari dalam diri mereka sendiri, lingkungan juga akan sangat membantu proses penyembuhan mereka," ujarnya.
Masih terkait dengan penyimpangan norma kesusilaan, dia juga menyoroti prosesi pernikahan sejenis yang berlangsung pada sebuah hotel di Bali dan terpublikasi di media beberapa waktu yang lalu.
"Ajaran agama manapun tak membenarkan pernikahan yang dilakukan sesama jenis. Karena itu, masyarakat dan lingkungan sekitar tak melakukan pembiaran terhadap tindakan seperti itu. Selain itu, kami berharap adanya penerapan sanksi berat sesuai regulasi yang berlaku. (WDY)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016
"Berbagai program pembangunan yang tengah dilaksanakan pemerintah tak akan membuahkan hasil optimal jika tidak dibarengi peran aktif dan partisipasi dari seluruh komponen masyarakat," kata Sudikerta dalam orasinya di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Denpasar, Minggu.
Dia mencontohkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur. "Jika melihat jalan berlubang yang sekiranya bisa diatasi, lakukan langkah sementara seperti menambal dengan semen. Selanjutnya baru dilaporkan ke pihak yang berwenang," ujarnya.
Menurut Sudikerta, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas Pemprov Bali dalam program Bali Mandara Jilid II. Dia berkeyakinan, dengan partisipasi seluruh komponen, pembangunan akan berjalan lebih optimal.
Selain itu, dia kembali menyinggung tantangan yang tengah dihadapi sektor pariwisata sejalan dengan kebijakan pusat menggenjot pembangunan 10 destinasi wisata di luar Bali.
"Hal ini harus disikapi dengan langkah strategis dan inovatif di bidang kepariwisataan," ucap mantan Wakil Bupati Badung itu.
Dalam kesempatan itu, Wagub Sudikerta juga angkat bicara soal fenomena LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) yang belakangan menjadi topik hangat.
"Persoalan ini tak bisa disikapi secara emosional. Selain faktor dari dalam diri mereka sendiri, lingkungan juga akan sangat membantu proses penyembuhan mereka," ujarnya.
Masih terkait dengan penyimpangan norma kesusilaan, dia juga menyoroti prosesi pernikahan sejenis yang berlangsung pada sebuah hotel di Bali dan terpublikasi di media beberapa waktu yang lalu.
"Ajaran agama manapun tak membenarkan pernikahan yang dilakukan sesama jenis. Karena itu, masyarakat dan lingkungan sekitar tak melakukan pembiaran terhadap tindakan seperti itu. Selain itu, kami berharap adanya penerapan sanksi berat sesuai regulasi yang berlaku. (WDY)
Editor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016