Bangli (Antara Bali)- Pasca Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) merilis 7 nama desa tertinggal di Provinsi Bali, dan 6 desa berada di Kabupaten Bangli, Penjabat Bupati Bangli I Dewa Gede Mahendra Putra, SH., MH didampingi Kepala BPMPD Provinsi Bali Ketut Lihadnyana, dan Badan Pusat Statistik (BPS) Bangli, Kamis (14/1) melakukan kunjungan ke 6 desa yang dinyatakan tertinggal.

Desa yang dinyatakan tertinggal, yakni Desa Binyan, Desa Mengani, Desa Ulian, Desa Langgahan, Desa Abuan Kintamani dan Desa Tembuku. Kunjungan dimaksudkan untuk mengecek langsung kondisi desa yang dinyatakan tertinggal.
 
Penjabat Bupati Bangli Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan, pihaknya cukup terkejut dengan rilis data yang dikeluarkan Bappenas yang menyatakan 6 desa di Bangli masuk kategori desa tertinggal. Yang lebih mengagetkan lagi, desa yang dikatakan tertinggal ini menurut pandangannya tidak tepat dikatakan desa tertinggal.

"Kalau secara awam saya berpikir, desa tertinggal itu pasti angka kemiskinannya tinggi, kemudian aspek ketersediaan infrastruktur untuk pendidikan dan kesehatannya pasti tidak memadai. Kalau 6 enam desa yang disebutkan ini sama sekali tidak seperti itu. Kemiskinannya rendah, fasilitas dasar seperti pendidikan dan kesehatannya ada, tidak ditemukan angka putus sekolah, kesehatan masyarakat terlayani dengan baik, akses jalan desa menuju kota cukup baik. Jadi kurang tepat jika 6 desa ini dikatakan desa tertinggal. Seandainya memang di Bangli disebutkan ada desa tertinggal, lebih tepat jika disebutkan desa yang ada di balik Bukit Kintamani,"ucapnya.
 
Pada kesempatan itu Penjabat Bupati Bangli juga meminta rekomendasi kepada BPS sebagai pemotret data yang dikelola oleh Bappenas, pembenahan apa yang perlu dilakukan Pemkab Bangli agar tahun ini 6 desa ini lepas dari predikat desa tertinggal. 

"Kita minta BPS merekomendasikan apa yang sekirannya perlu kita lakukan agar 6 desa ini tidak lagi menjadi desa tertinggal,"terangnya.
 
Terkait dengan perekaman data, kedepan pihakya siap meningkatkan kerja sama dengan BPS, agar setiap melakukan perekaman data baik melalui sensus maupun survei, data yang dikeluarkan Pemkab Bangli dengan BPS sama, tidak ada perbedaan data.

"Sehingga masalah data, bahan bakunya baik, pengolahannya baik dan keluaranya juga baik. Itu yang kita harapkan kedepan,"pungkasnya. (*)

Pewarta:

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2016