Padang (Antara Bali) - Indonesia secara serius akan memperkuat dan mengembangkan kerja sama antara negara-negara di kawasan Samudera Hindia dalam keketuaan Asosiasi Lingkar Samudera Hindia (IORA) periode 2015-2017.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan dalam sesi pertama Pertemuan Tingkat Menteri IORA di Padang, Sumatera Barat, Jumat untuk mencapai tujuan tersebut maka Indonesia mengusulkan pembentukan pusat inovasi bisnis IORA, menyediakan pelatihan untuk diplomat negara-negara anggota IORA, dan menyelenggarakan simposium internasional untuk mengkaji hal-hal yang telah dilakukan dan mengidentifikasi hal yang perlu dilakukan di masa depan.
"Kami (Indonesia) akan bekerja sama dengan Afrika Selatan sebagai wakil ketua dalam membuat proyek dan inisiatif untuk mempererat kapasitas, memperkuat institusi dan memperkuat regionalitas di Samudera Hindia," kata Menlu Retno.
Ketiga usul yang dikemukakan Menteri Retno tersebut ditujukan untuk mendukung program dan kerangka kerja keenam prioritas kerja sama IORA, yakni keselamatan dan keamanan maritim, perdagangan dan investasi, manajemen perikanan, manajemen risiko bencana, serta pendidikan dan IPTEK.
"Sebagai ketua IORA, Indonesia berkomitmen untuk bekerja bersama semua anggota untuk membuat dan melaksanakan program yang kita buat untuk tujuan ini," kata Retno.
Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Dialog Samudera Hindia ke-3 pada 2016 yang diselenggarakan untuk membahas rekomendasi-rekomendasi terkait penguatan kerja sama maritim.
Dalam isu ekonomi biru, Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Ekonomi Biru ke-2 pada 2017 untuk mengidentifikasi potensi kemaritiman, khususnya di kawasan Hindia, di bidang investasi, konektivitas dan perdagangan. "Di atas semua itu, kita harus bersatu untuk memperkuat arsitektur regional dan memastikan stabilitas serta kemakmuran di Samudera Hindia," ujar Menlu Retno. (WDY)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan dalam sesi pertama Pertemuan Tingkat Menteri IORA di Padang, Sumatera Barat, Jumat untuk mencapai tujuan tersebut maka Indonesia mengusulkan pembentukan pusat inovasi bisnis IORA, menyediakan pelatihan untuk diplomat negara-negara anggota IORA, dan menyelenggarakan simposium internasional untuk mengkaji hal-hal yang telah dilakukan dan mengidentifikasi hal yang perlu dilakukan di masa depan.
"Kami (Indonesia) akan bekerja sama dengan Afrika Selatan sebagai wakil ketua dalam membuat proyek dan inisiatif untuk mempererat kapasitas, memperkuat institusi dan memperkuat regionalitas di Samudera Hindia," kata Menlu Retno.
Ketiga usul yang dikemukakan Menteri Retno tersebut ditujukan untuk mendukung program dan kerangka kerja keenam prioritas kerja sama IORA, yakni keselamatan dan keamanan maritim, perdagangan dan investasi, manajemen perikanan, manajemen risiko bencana, serta pendidikan dan IPTEK.
"Sebagai ketua IORA, Indonesia berkomitmen untuk bekerja bersama semua anggota untuk membuat dan melaksanakan program yang kita buat untuk tujuan ini," kata Retno.
Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Dialog Samudera Hindia ke-3 pada 2016 yang diselenggarakan untuk membahas rekomendasi-rekomendasi terkait penguatan kerja sama maritim.
Dalam isu ekonomi biru, Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Ekonomi Biru ke-2 pada 2017 untuk mengidentifikasi potensi kemaritiman, khususnya di kawasan Hindia, di bidang investasi, konektivitas dan perdagangan. "Di atas semua itu, kita harus bersatu untuk memperkuat arsitektur regional dan memastikan stabilitas serta kemakmuran di Samudera Hindia," ujar Menlu Retno. (WDY)
Editor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015