Negara (Antara Bali) - Wisatawan Eropa menyukai objek wisata Bunut Bolong, Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali karena memiliki keunikan dan nilai historis bagi masyarakat setempat.

"Kunjungan wisatawan asing ke Bunut Bolong didominasi pelancong asal Inggris, Jerman, Francis dan Belanda," kata Gede Arya Wiguna, salah seorang pramuwisata di daerah setempat, Minggu.

Ia menjelaskan, daya tarik utama objek wisata andalan masyarakat adalah pohon unik yang berbeda dari pohon-pohon yang lainnya karena memiliki lubang besar di tengahnya.

Selain itu, para wisatawan tertarik dengan keberadaan objek wisata yang berjarak sekitar 70 kilometer dari Kota Denpasar itu karena menyediakan pemandangan yang eksotis dan menawan di tengah hamparan pohon jati yang menjulang tinggi.

"Tidak jauh dari Bunut Bolong ada hamparan perkebunan cengkeh yang sama-sama memiliki pemandangan menawan, para wisatawan biasanya berjalan menysuri jalan setapak menyaksikan hamparan pepohonan cengkeh yang membentang luas," kata dia.

Ia menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Jembrana menyediakan tempat berisistirahat dilengkapi fasilitas WC dan kamar mandi.

"Bukan hanya itu saja, di beberapa areal disediakan tempat parkir yang luas, sehingga memudahkan para pengunjung yang datang ke objek wisata tersebut.

Arya Wiguna menambahkan, objek wisata Bunut Bolong menerima kunjungan wisatawan paling banyak pada bulan Juli-September, yang merupakan bulan liburan di negara-negara Eropa.

"Wisman asal Benua Biru tersebut ramai berkunjung ke Bunut Bolong karena lokasinya berdekatan dengan Objek Wisata Pemuteran yang menjadi favorit wisatawan utamanya yang berasal dari Negara Belanda," imbuhnya. (WDY)

Pewarta:

Editor : Adi Purnama Putra


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015