Denpasar (Antara Bali) - Sanggar Seni Gita Ulangun, Desa Kendran, duta seni Kabupaten Gianyar menampilkan pementasan lomba taman penasar memasuki hari keempat pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-37 di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya, Denpasar, Selasa.

"Kami menampilkan lomba taman penasar yakni kesenian tembang pupuh yang dipadukan dengan cerita `dagang canang`," kata Ketua Sanggar Gita Ulangun, Gusti Putu Yasa, Selasa.

Ia mengatakan, pementasan tersebut mengangkat cerita kesuksesan pedagang canang yang bekerja secara jujur dan tulus iklas dalam menjalankan "swadarma" atau kewajibannya dan cerita unik itu diambil dari kisah nyata yang banyak terjadi di kalangan masyarakat Bali.

"Kami mengangkat cerita yang menjadi keseharian kita di Bali dan pedagang canang merupakan sosok yang sangat berarti jika dikaitkan dengan kegiatan keagamaan Hindu.

Ia mengungkapkan, pihaknya mengambil cerita "dagang canang" untuk memberikan inspirasi kepada masyarakat agat tidak selalu tergantung kepada "dagang canang" dalam hal memenuhi perlengkapan upacara agama.

"Kalau masyarakat selalu membeli canang setiap melaksanaan upacara, generasi muda kita kapan bisa belajar kalau terus-terusan membeli saja setiap hari," kata dia.

Ia menambahkan, pihaknya membawa penabuh sebanyak 15 orang dan penembang (penyanyi) sebanyak tujuh orang, semuanya merupakan anggota Sanggar Seni Gita Ulangun, Desa Kendran, Kabupaten Gianyar.

Gusti Putu Yasa menambahkan, penampilan Sanggar Seni Gita Ulangun pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-37 merupakan penampilan kali kelima, sebelumnya, sanggar seni kebanggaan masyarakat Desa Kendran itu sudah pernah tampil pada ajang PKB sebelumnya dengan jenis penampilan yang berbeda.

"Pada ajang PKB terdahulu, kami sudah pernah menampilkan Gong Kebyar, Sendra Tari, Arja, dan beberapa macam kesenian lainnya," ujarnya.

Pementasan Sanggar Seni Gita Ulangun, Desa Kendran, Kabupaten Gianyar merupakan salah satu pementasan dari enam jenis kesenian yang tampil di hari keempat pelaksanaan PKB.

Keenam pementasan tersebut berlangsung dari siang, sore, hingga malam hari pada enam panggung pertunjukkan di sekitaran Taman Budaya, Denpasar. (WDY)

Pewarta:

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2015