Denpasar (Antara Bali) - Seniman kelahiran perkampungan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, I Ketut Budiana (64), yang menghasilkan karya kanvas yang unik akan menggelar pameran tunggal di Yogyakarta dan Jakarta.

"Belasan karya kanvas itu digarap dengan konsep kanda mpat," kata kurator pameran tersebut Wayan Seriyoga Parta di Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan pameran di kedua kota besar itu berawal dari gagasan Bentara Budaya Bali (BBB) sebagai lembaga kebudayaan nirlaba Kompas-Gramedia di Ketewel, Gianyar.

Dalam pameran yang berlangsung selama seminggu, 6-11 Oktober 2014, itu, disajikan sebuah ritus kelahiran, maka Jakarta diandaikan sebagai rimba kehidupan berikut kompleksitasnya, menjadi ruang untuk menempa dan menguji diri.

Hal ini tecermin dari karya-karya yang ditampilkan cenderung lebih berwarna dan mengedepankan medium lukis.

Sementara itu, karya lukis yang dihadirkan di Yogyakarta menggambarkan rangkaian ritus yang memaknai kesadaran untuk kembali ke asal-muasal (kawitan).

Wayan Seriyoga Parta menambahkan dalam konteks ritus Budiana, pameran di Yogyakarta dapat dibaca sebagai tahapan "wanaprasta" (tingkatan kehidupan yang meninggalkan hal-hal duniawi).

Pameran di Bentara Budaya Jakarta berlangsung sembilan hari, 9-18 Oktober 2014, dan di Bentara Budaya Yogyakarta seminggu, 15-22 Oktober 2014.

Ketut Budiana salah seorang sosok seniman Bali mumpuni dengan karya-karya terpujikan, menghadirkan suatu dunia fantastik yang khas dirinya, merefleksikan filsafat kosmos Bali sebagai pertarungan kekal antara kekuatan magis nan-fantastis.

Ia telah menggelar pameran tunggal sejak tahun 1999 di ARMA Museum, Ubud. Tahun 2008, berpameran tunggal di Maruki Art Museum, Japan dan pada tahun yang sama juga menggelar pameran tunggal Setagaya Art Museum, Japan.

Sejumlah penghargaan yang pernah diterima, antara lain penghargaan dari "Cormsh Colege Othe Arts" tahun 1995, Penghargaan dari "La Trobe University Melbourne", Australia tahun 2000, penghargaan dari "Arhus Kunsbygning" Denmark, tahun 2004 dan penghargaan dari Peace Festival in Itabashi, Japan, Jepang tahun 2005. (WDY)

Pewarta: Oleh I Ketut Sutika

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2014