Semarapura (Antara Bali) - Penyakit demam berdarah kini menyerang kawasan perumahan milik Ketut Janapria, Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung di Jalan Yos Sudarso, Kota Semarapura.

Informasi yang dikumpulkan di Semarapura, Kamis menyebutkan bahwa di kawasan perumahan itu, sudah ada sedikitnya dua warga yang terserang penyakit mematikan tersebut, dan kedua warga itu sempat diopname di rumah sakit.

"Satu anak saya dan satu lagi ipar saya sudah terkena demam berdarah. Menurut saya pemerintah lamban menangani masalah demam berdarah ini, padahal kawasan ini merupakan kawasan yang dekat dengan perumahan Sekda Klungkung," kata Ni Made Eka Darmani alias Jro Eka, salah satu warga.

Didampingi suaminya Cok Gde Dharma Putra, dia mengemukakan bahwa putranya yang terserang DB adalah Cok Agung Anuraga Darmaning Kesatria (8) dan masih duduk di kelas dua SD.

Akibat gigitan nyamuk itu, Cok Gde harus menjalani opname selama tujuh hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Klungkung. Sementara iparnya yang juga terkena adalah Jro Umi (42), yang juga sempat dirawat di RS Klungkung selama enam hari.

Setelah perkembanganya mulai membaik, kata Jro Eka, keduanya akhirnya minta pulang paksa beberapa waktu lalu. Alasannya keluarganya lebih tenang kalau mereka dirawat di rumah.

Terkait masalah ini, ia mengharapkan agar pemerintah segera menangani kasus ini dengan melakukan pengasapan dan sejenisnya untuk membasmi jentik nyamuk.

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Klungkung dr Ketut Sutarta mengaku saat ini obat untuk pengasapan sudah habis, dan untuk pengadaannya proses tender.

"Obat-obatan, termasuk Vaksin Antirabies (VAR), semuanya masih dalam proses tender," ujarnya.

Karena itu ia meminta masyarakat bersabar untuk menunggu. Sebagai langkah antisipasi sementara, warga juga diharapkan melakukan berbagai langkah pencegahan, diantaranya dengan melakukan gerakan menguras bak kamar mandi, mengubur barang-barang bekas dan menutup penampungan air.

"Cara ini masih cukup efektif untuk mencegah berjangkitnya penyakit demam berdarah," ucapnya.(*)

Pewarta:

Editor : Masuki


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2010